Sekali Istimewa Tetap Istimewa !!!

Setelah erupsi merapi yang telah menelan banyak korban, warga Yogyakarta dihadapkan dengan masalah yang bernuansa politik. Isu monarki yang kaitannya dengan keistimewaan Yogyakarta yang dilontarakan oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono langsung direspon oleh publik DIY. Hal ini menyangkut mengenai keistimewaam Yogyakarta. Hal ini sesuai dalam Dalam UUD 1945 pasal 18 B Undang-Undang Dasar 1945 memberikan keistimewaan untuk Yogyakarta. Dalam pasal itu dinyatakan, negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah bersifat khusus atau istimewa, diatur dengan undang-undang.

Sejak sebelum Indonesia merdeka, baru kali ini Keistimewaan Yogyakarta dipertanyakan. Status sebagai Daerah Istimewa itu merujuk pada runutan sejarah berdirinya propinsi ini, baik sebelum maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.     Sejarah mengenai keistimewaan Yogyakarta sendiri cukup panjang. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sendiri berdiri sejak 1755 didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Kadipaten Pakualaman, berdiri sejak 1813, didirikan oleh Pangeran Notokusumo, (saudara Sultan Hamengku Buwono II ) kemudian bergelar Adipati Paku Alam I. Pemerintah Hindia Belanda saat itu mengakui Kasultanan maupun Pakualaman, sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan dalam kontrak politik. Terakhir kontrak politik Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941 No 47 dan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577. Pada saat Proklamasi Kemerdekaan RI, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII mengetok kawat kepada Presiden RI, menyatakan bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi bagian wilayah Negara Republik Indonesia, serta bergabung menjadi satu mewujudkan satu kesatuan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sri sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Pegangan hukumnya adalah:

1. Piagam kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal         19 Agustus 1945 dari Presiden RI

2. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Amanat Sri Paku Alam VIII tertanggal 5          September 1945 (yang dibuat sendiri-sendiri secara terpisah)

3. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober        1945 (yang dibuat bersama dalam satu naskah).

Dengan dasar pasal 18 Undang-undang 1945, DPRD DIY menghendaki agar kedudukan sebagai Daerah Istimewa untuk Daerah Tingkat I, tetap lestari dengan mengingat sejarah pembentukan dan perkembangan Pemerintahan Daerahnya yang sepatutnya dihormati.

Telah banyak reaksi dari rakyat Jogja sendiri maupun dari kalangan lain. Beragam ekspresi rakyat dan elit Yogyakarta menuntut keistimewaan sudah ditunjukkan. Mulai dari berdemo, ajakan untuk menghentikan aktivitas perdagangan di Malioboro hingga pengibaran bendera merah putih setengah tiang. Dan Pro dan Kontra mengenai rancangan Undang undang keistimewaan Yogyakarta mengerucut pada satu tema, yakni Gubernur dipilih langsung oleh rakyat ataupun ditetapkan. Kemudian muculah wacana mengenai referendum. Sultan meminta keputusan penentuan gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih secara langsung harus disepakati melalui referendum. Namun semua keputusan berada di tangan pemerintah pusat. Tapi seharusnya pemerintah pusat dapat menghargai dari keistimewaan Jogja, dilihat dari latar belakang sejarahnya Yogya sangat berpengaruh dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga saja dapat mempertimbangkan semua itu dalam memutuskan apakah Jogja masih istimewa atau menjadi provinsi yang sama dengan provinsi yang lainnya di Indonesia.

Sumber : http://tamanbacaanblog.blogspot.com/2010/12/sejarah-keistimewaan-yogyakarta.html

One Response to “Sekali Istimewa Tetap Istimewa !!!”

  1. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya….
    marilah qt menghargai jasa2 yg tlh d berikan jogja untuk kemerdekaan bangsa ini,,,
    JOgja tetap ISTIMEWA,,,,😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: